JAKARTA - PT Pertamina EP mengakui harga gas di hulu dan hilir memang memiliki perbedaan. harga gas di hulu lebih tinggi karena memiliki banyak risiko.
"Risiko tinggi karena banyak gagalnya. Harganya tinggi bisa USD10 juta sampai USD12 juta per sumur. Kalau di hilir sedikit mudah," ujar Vice President Gas Resources & Subsidiary Management Gas&Power Pertamina EP Jarwo Sanyoto dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Kamis (21/6/2012).
Menurut Jarwo harga gas hulu sudah dipatok tinggi karenanya harga gas hilir tidak mengikuti harga gas hulu yang sudah tinggi.
"Seharusnya dari hilir jangan banyak-banyak untungnya. Kalau harga gas yang sekarang di pasaran sudah USD14. Padahal, dari produsen maksimal USD6-7, ini terlalu tinggi marginnya," jelas Jarwo.
Karena itu, Jarwo meminta pemerintah juga harus meregulasi harga gas di hulu. (gna)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.