Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Exim Bank Malaysia 'Guyur' Pasar RI USD25 Juta

Arief Sinaga , Jurnalis-Kamis, 12 Juli 2012 |16:50 WIB
Exim Bank Malaysia 'Guyur' Pasar RI USD25 Juta
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Untuk mendukung rehabilitasi pasar tradisional, Exim Bank Malaysia memberikan fasilitas pinjaman sebesar USD25 juta. Fasilitas kredit tersebut diberikan melalui PT Inspirasi Jelas Itqoni yang merupakan anak usaha dari perusahaan pengembang asal Malaysia, PT Panglima Capital Itqoni.

Menurut Legal Representative Exim Bank of Malaysia Ahmad Zamani, pemberian fasilitas kredit ini sesuai dengan misi dari pemerintah Malaysia untuk membantu pembangunan di Indonesia, salah satunya dengan membantu revitalisasi pasar tradisional.

"Exim Bank hadir sebagai perwakilan Pemerintah Malaysia yang datang untuk berbagai misi untuk maju bersama antara Malaysia dan Indonesia. Kami pilih rekan yang siap melakukan revitalisasi pasar tradisional,” katanya di Jakarta, Kamis (12/7/2012).

Sementara Direktur Utama PT Inspirasi Jelas Itqoni, Irwan Khalis mengatakan, pihaknya membutuhkan dana sekitar USD40 juta untuk melakukan revitalisasi pasar tradisional tahun ini. Ketiga pasar tersebut adalah pasar tradisional di wilayah Karawang dan Cikampek di Jawa Barat dan satu pasar seni tradisional di Batu, Malang.

“Untuk Karawang dibutuhkan dana mencapai USD6 juta, Cikampek USD4 Juta dan Batu sekira USD15 juta. Dananya semua didapat dari kredit pinjaman ini,” ujarnya.

Irwan mengatakan, sisa dana sekitar USD15 juta dari total investasi revitalisasi pasar tradisional tahun ini akan diambilkan dari kas internal induk usaha mereka yaitu PT Panglima Capital Itqoni.

Selain tiga pasar tradisional yang sudah positif akan direvitalisasi, perseroan juga tengah mengincar beberapa proyek revitalisasi pasar tradisional di beberapa daerah seperti di Bandung, Balikpapan, Samarinda, Malang, Pekanbaru, Bukit Tinggi dan beberapa lokasi di Provinsi Jawa Tengah.

Meski begitu, menurut Irwan hal tersebut masih dalam tahap negosiasi kepada Pemerintah Daerah setempat. Hal ini menurutnya karena revitalisasi pasar tradisional biasanya bersifat sensitif. Namun Irwan memutuskan revitalisasi pasar yang dilakukan pihaknya tidak akan menggususr para pedagang yang sudah ada.

“Justru kami bekerjasa dengan Pemerintah Daerah dan para pedagang agar pasar tradisional yang direvitalisasi tetap dapat mensejahterakan para pedagang yang sudah ada dan Pemerintah Daerah setempat,” tuturnya.

Perseroan sendiri baru saja merampungkan revitalisasi pasar tradisional senilai USD10 juta di Rangkas Bitung dan Pasar Johar di Jakarta. Irwan menuturkan, pasar tradisional menjadi target usaha perseroan karena pasar tradisional di Indoensia memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata seperti pasar tradisional di beberapa kota pariwisata di Indonesia seperti Pasar Sukowati di Bali dan Pasar beringharjo di Yogyakarta.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement