>

Wamenkeu: Krisis Global, Terlalu Awal untuk RI Panik

Jum'at, 3 Agustus 2012 - 16:11 wib | Iwan Supriyatna - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Corbis)

 Wamenkeu: Krisis Global, Terlalu Awal untuk RI Panik
JAKARTA - Pelemahan permintaan global semakin terasa pada perkembangan ekspor Indonesia. Meski demikian, pemerintah yakin hal tersebut belum akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan, pemerintah belum akan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,8 persen untuk tahun ini. Ini bertolakbelakang dengan Bank Indonesia (BI) yang telah dua kali memotong proyeksi pertumbuhan ekonomi, hingga tiba direntang angka 6,1-6,5 persen.

"Kita harus mengantisipasi perlambatan permintaan dunia yang  menyebabkan harga komoditas ekspor tertekan untuk beberapa waktu. Tetapi sejauh mana akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, saya rasa terlalu awal untuk khawatir," jelas dia di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/8/2012).

Mahendra menambahkan, Indonesia sebaiknya mengambil perspektif bahwa krisis global akan berlangsung lama, sehingga tidak harus terpaku pada perkembangan hari per hari. "Kita lebih baik pegang satu posisi bahwa pelemahan Eropa ini akan berlanjut cukup lama. Sehingga kita tidak salah untuk mengantisipasinya," pungkas Mahendra.

Menurut dia, pemerintah telah siap dengan skenario terburuk. Untuk itu, Pemerintah juga akan bicara dengan DPR untuk menyampaikan bahwa asumsi pertumbuhan ekonomi yang pada awalnya ditetapkan direntang 6,8-7,2 persen, sesuai dengan perkembangan ekonomi global akan cenderung ke batas bawah, yakni 6,8 persen. "Hal itu  suatu antisipasi yang pas, daripada kita berharap-harap cemas pada perkembangan di tempat lain," tukas dia.
(mrt)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Sekilas Mengenai Aliran Modal Asing RI