JAKARTA - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mewaspadai lesunya perekonomian dunia. Sehingga Indonesia dinilai harus membangkitkan perekonomian bangsa dengan memanfaatkan pasar domestik dan meningkatkan industri kecil dan menengah. Dirinya pun mengaku akan terus mendorong perkembangan ekonomi kerakyatan. Maka dari itu, program pembardayaan masyarakat akan dilanjutkan terus.
"Kita ingin mengembangkan perekonomian masyarakat kecil sehingga mereka bisa mendapatkan penghidupan yang meningkat yang pada akhirnya akan mengurangi kemiskinan," tegas Ketua Umum PAN ini di Desa Jatimulyo, Lampung Selatan, seperti dikutip Okezone, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/8/2012).
Hatta melanjutkan, untuk itu, salah satu strategi pemerintah dan PAN untuk menyokong perekonomian bangsa yakni dengan membangkitkan semangat entrepreneur generasi muda hingga ke pedesaan.
"Semangat berwirausaha generasi muda Islam harus terus dikembangkan, agar generasi tersebut mampu turut serta dalam program pemerintah Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Melalui program itu, ditargetkan Indonesia akan menjadi negara maju pada 2025 mendatang," ujarnya.
Dia menambahkan, melalui program MP3EI diharapkan Indonesia pada 2014 mendatang menjadi bagian dari 12 negara dengan perekenomian terbesar di dunia. Karenanya, penguatan karakter, pemotivasian serta memperluas jaringan antar negara Asean di generasi muda harus dimulai dan dikembangkan dari sekarang.
"Menyambut Asean Community 2015, penguatan dan perluasan kerjasama antar negara Asean di bidang ekonomi akan menjadikan pengusaha Indonesia dapat berjualan langsung ke negara-negara Asean tanpa melalui izin," jelasnya.
Untuk itu, bila wirausahawan Indonesia tidak memiliki produk yang bersaing, maka hanya akan menjadi penonton. Indonesia, tambahnya, saat ini hanya memiliki entrepreneur sebanyak 1,57 persen, jumlah tersebut sangat minim bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada. Pengembangan program akademik berbasis ekonomi harus lebih diperluas guna meningkatkan entrepreneur baru berbasis tekhonogi.
"Selain itu UMKM juga harus lebih dikembangkan, karena dari sektor itu, Pendapatan Belanja Daerah (PBD) mencapai Rp3.840 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 200 juta. Potensi yang sangat luar biasa, diharapkan pemerintah daerah terus memajukan dan mendorong UMKM di daerahnya masing-masing," katanya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.