Rencana Kenaikan Tarif Listrik

\Rencana Kenaikan Tarif Listrik\
Ilustrasi. (Foto: okezone)

Berdasarkan RAPBN 2013, pemerintah merencanakan akan menaikkantarif tenaga listrik (TTL) pada 2013. Penaikan tersebut akan dilakukan secara otomatis setiap tiga bulan. Itu dilakukan sebagai upaya menurunkan beban subsidi energi.

Dalam sudut pandang anggaran, sebagian pihak menilai rencana tersebut merupakan hal yang lumrah dan rasional. Itu jika mengingat anggaran subsidi energi pada 2013 direncanakan Rp274 triliun atau setara 18,22 persen penerimaan negara saat itu. Dari jumlah tersebut, alokasi subsidi listrik ditetapkan Rp80,9 triliun atau meningkat 24,44 persen dari subsidi listrik yang ditetapkan dalam APBN-P 2012.

Terkait kebijakan energi termasuk penyesuaian tarif listrik, argumentasi yang sering disampaikan adalah anggaran akan jauh lebih produktif jika dialokasikan untuk membiayai infrastruktur, pendidikan, atau kesehatan. Hal lain, dengan penyesuaian tarif listrik, kinerja keuangan PLN diyakini akan menjadi lebih baik. Sehingga infrastruktur kelistrikan dan rasio elektrifikasi nasional yang saat ini masih sekira 70 persen dapat ditingkatkan lagi.

Dalam konteks produktivitas anggaran dan keadilan atas akses listrik, argumentasi itu juga relatif dapat dipahami oleh sebagian pihak. Ketersediaan dan kualitas infrastruktur, akses terhadap pendidikan, dan kualitas kesehatan, yang saat ini relatif masih rendah secara logis dapat ditingkatkan lagi jika sebagian anggaran subsidi energi direlokasikan untuk itu.

Terkait keadilan untuk memperoleh akses listrik, perspektifnya juga tidak lagi hanya memikirkan sekira 70 persen masyarakat yang telah mendapatkan akses listrik, namun juga memikirkan sekitar 30% masyarakat yang hingga 67 tahun kemerdekaan belum juga mendapat akses listrik.

Fokus dan Prioritas

Mengingat kondisi yang ada, pemerintah tentunya perlu memilih prioritas dalam pelaksanaan kebijakan energi. Itu karena kebijakan energi nasional saat ini dihadapkan pada masalah yang kompleks. Beban subsidi yang besar pada dasarnya bukan hanya akibat tarif listrik yang masih disubsidi. Tetapi, permasalahan sektor minyak dan gas nasional yang jauh lebih kompleks, juga mengharuskan pemerintah menyediakan anggaran subsidi BBM dan LPG dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Kebutuhan minyak dan gas nasional yang meningkat, sementara produksi nasional terus menurun mengharuskan pemerintah untuk mengimpor tidak kurang dari 40 persen kebutuhan nasional. Kondisi tersebut semakin memberatkan keuangan negara mengingat impor yang dilakukan dalam bentuk produk jadi, akibat penambahan kapasitas kilang domestik belum direalisasikan.

Secara teknis dan bisnis, penyediaan minyak dan gas membutuhkan waktu dan biaya yang lebih dibandingkan penyediaan tenaga listrik. Peningkatan produksi migas dan/atau pembangunan kilang tidak dapat dilakukan dalam jangka pendek terlebih hanya dalam jangka waktu satu tahun anggaran. Karena itu, terkait anggaran dan penyediaannya dalam satu tahun anggaran, pilihannya hanya ada dua yaitu menambah alokasi anggaran subsidi atau melakukan penaikan harga.

Sedangkan dalam penyediaan tenaga listrik, relatif masih terdapat ruang gerak atau celah bagi pemerintah untuk melakukan intervensi. Jika produksi listrik pembangkit yang menggunakan BBM dapat disubstitusi dengan penggunaan gas dan/atau batu bara, berpotensi menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik dalam jumlah signifikan. Itu karenabiaya produksilistrikdengan menggunakan BBM sekira Rp3.500 per kWh.

Sedangkan jika menggunakan gas atau batu bara,biaya produksi dapat turun hingga menjadi Rp600-Rp700 per kwh. Biaya penyediaan listrik juga berpotensi dapat diturunkan lagi jika porsi produksi listrik dari tenaga air yang biayanya relatif jauh lebih murah dapat ditingkatkan. Dibandingkan dengan penyediaan BBM, penyediaan energi primer pembangkit paling tidak sampai saat ini masih mampu dipenuhi oleh domestik.

Karena itu, penurunan beban subsidi listrik sesungguhnya masih memungkinkan dapat dilakukan tanpa harus menaikkan tarif tenaga listrik. Berdasarkan pertimbangan beban subsidi, teknis-bisnis, dan permasalahan dalam proses penyediaannya sebagaimana disampaikan, penataan kebijakan subsidi BBM sesungguhnya lebih prioritas dibandingkan dengan subsidi listrik.

Akan tetapi, jika pemerintah menggunakan pertimbangan nonteknis-bisnis (politis) dapat saja prioritasnya menjadi berbeda. Hal lain yang perlu menjadi perhatian, apa pun pilihan kebijakan yang akan diambil, dampak inflasi atas itu tidak dapat terhindarkan dan hanya dapat diminimalkan. Dalam hal ini, yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah meminimalkan dampaknya, termasuk meminimalkan rencana yang kemudian hanya menjadi wacana.

KOMAIDI NOTONEGORO

Wakil Direktur ReforMiner Institute

(ade)

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.