JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada akhir pekan ini seiring negatifnya sentimen global. Alhasil, rupiah anjlok ke Rp9.558 per USD.
Dalam risetnya, Head of Research & Analysis Treasury Planning & Development BNI Nurul Eti Nurbaeti menjelaskan, rilis data US jobless claim semalam yang meningkat di atas ekspektasi memberikan tanda bahwa stimulus yang dilakukan oleh the Fed belum berjalan optimal.
Hal ini diprediksi dapat menimbulkan risk aversion di kalangan investor. NDF satu bulan di pasar offshore dibuka naik di level Rp9.595-Rp9.605 pada pagi ini.
Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) Jumat (21/9/2012) melemah ke Rp9.558 per USD dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp9.539. Menurut Bloomberg, rupiah ada di Rp9.575.
Tapi menurut yahoofinance, rupiah ada di Rp9.546 per USD. Di mana kisaran perdagangan harian ada di Rp9.552-Rp9.573.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.