JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada awal perdagangan kali ini. Sektor tambang, dengan didalamnya ada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), menjadi pemimpin pelemahan indeks saham.
Dalam risetnya, analis Samuel Sekuritas Indonesia Sally Agustina menjelaskan, bursa Asia sendiri pagi ini turut dibuka melemah seiring koreksi bursa global dan pelemahan harga komoditas dunia.
"IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan kembali melemah terutama pada saham-saham sektor perkebunan dan juga saham-saham grup Bakrie yang masih tertekan isu negatif di level grup," jelas dia.
Saham BUMI sendiri langsung dibuka anjlok pagi ini. Isu penyelewengan dana membuat saham ini menjadi saham teraktif dengan melemah sampai Rp80 menjadi Rp600.
IHSG, pada awal perdagangan Selasa (25/9/2012) turun 6,12 poin atau 0,15 persen ke 4.195,85. LQ45 turun 1,13 poin atau 0,15 persen ke 719,32.
Sektor pendukung indeks saham bergerak mixed. Sektor tambang turun 34,36 poin atau 1,69 persen, sektor agri turun 8,74 poin atau 0,29 persen dan sektor keuangan turun 1,69 poin atau 0,17 persen.
Indeks Asia terpantau bergerak dua arah. Hang Seng naik 7,5 poin atau 0,04 persen ke 20.702,23, Nikkei naik 21,31 poin atau 0,24 persen ke 9.090,76, dan Kospi turun 4,74 poin atau 0,24 persen ke 1.998,1.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp123,4 miliar dengan volume sebanyak 176,3 juta lembar saham. Sebanyak 52 saham melemah, 43 saham menguat dan 74 saham stagnan.
Saham-saham yang bergerak melemah (top losers) antara lain PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) turun Rp300 ke Rp5.850, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp200 ke Rp42 ribu dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) turun Rp150 ke Rp5.050.
Sementara saham yang bergerak menguat (top gainers) antara lain PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW) naik Rp250 ke Rp2.450, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik Rp200 ke Rp4.675 dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik Rp150 ke Rp6.500.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.