Ilustrasi. (Foto: Corbis)
JAKARTA - Usai Standard & Poors (S&P) telah menurunkan peringkat utangnya, Moodys juga menurunkan outlook PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi negatif dari sebelumnya stabil.
Sebelumnya, S&P menurunkan peringkat utang BUMI menjadi B+ dari sebelumnya BB- dan menempatkannya dalam status credit watch dengan implikasi negatif.
"Outlook negatif ini merefleksikan keraguan Moodys atas kemampuan BUMI untuk membayar utang jatuh temponya sebesar lebih dari USD300 juta pada 2013," kata Vice President Moodys Simon Wang, seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (27/9/2012).
Sebelumnya, Bumi Plc mempersoalkan dana pengembangan BUMI sebesar USD247 juta dan biaya eksplorasi PT Berau Coal energy Tbk (BRAU) sebesar USD390 juta. Pengeluaran tersebut tidak tercatat dalam laporan keuangan pada 2011 Bumi Plc.
Hal ini berawal dari langkah PricewaterCoopers LLP yang menurunkan biaya pengembangan BUMI dan eksplorasi Berau menjadi nol dalam laporan keuangan 2011 Bumi Plc. Pasalnya, auditor tersebut tidak bisa membuktikan underlying asset dari dana itu.
Selanjutnya, Bumi Plc membentuk tim audit independen yang menginvestigasi anak usahanya di Indonesia tersebut. Bumi Plc juga akan melakukan konfirmasi ke otoritas bursa Inggris dan Indonesia.
"Investigasi yang dilakukan ini bebarengan dengan melemahnya pertumbuhan produksi perseroan pada 12 bulan dari yang kami ekspektasikan dan melemahnya harga batu bara yang membuat cash flow BUMI terganggu dan membuat kemampuannya untuk membayar utang menjadi diragukan," jelas S&P. (wdi)