JAKARTA - Nilai tukar rupiah terpantau mengalami tekanan usal libur panjang. Alhasil, rupiah tampak tertekan dan berakhir di posisi Rp9.639 per USD.
Dalam risetnya, Head of Research & Analysis Treasury Planning & Development BNI Nurul Eti Nurbaeti menjelaskan, NDF 1 bulan di pasar offshore dibuka turun di level Rp9.620-Rp9.635 mengurangi tekanan dolar terhadap rupiah.
Di sisi lain, rupiah terimbas sentimen positif dari pertemuan antara Presiden Barack Obama dengan Kongres mulai menemukan titik terang untuk menghindari krisis fiskal di Amerika Serikat (AS) di mana akan berdampak terhadap peningkatan pajak dan pemotongan anggaran tahun depan.
Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) Senin (19/11/2012) menguat ke Rp9.639 per USD, melemah tipis dibandingkan periode perdagangan sebelumnya Rp9.638. Sementara menurut Bloomberg, rupiah berada di Rp9.636.
Lalu, menurut yahoofinance, rupiah ada di Rp9.627 per USD. Di mana kisaran perdagangan harian ada di Rp9.618-Rp9.632.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.