JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku kesulitan mengejar target pembibitan sapi yang dilakukan oleh PTPN sebesar 20 ribu tahun ini. Oleh karena itu, ke depan, Dahlan mengusulkan ada peternakan yang khusus menangani masalah pembibitan.
"Terus terang kita kesulitan pasokan bibit. Nah, karena itu, kita ubah sedikit agar BUMN juga memperhatikan bibit sapi. Maksudnya akan ada peternakan yang khusus untuk pembibitan. Kita juga tidak menyangka kalau bibit itu juga begitu sulit," ungkap Dahlan, ditemui usai melakukan konferensi pers dengan Menteri ESDM, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Dahlan mengakui, meminta PTPN untuk berbisnis sapi adalah bisnis yang baru. Meskipun begitu, mantan dirut PLN ini mengakui bahwa kesempatan dari bisnis ini besar.
"Saya minta ini diseriusi. Tahun pertama ini kesulitan orang, kesulitan bibit ini pelajaran yang baik namun tidak boleh tidak diteruskan," tambah dia.
Dengan menekuni bisnis peternakan sapi ini, Dahlan menyebut bukan berarti BUMN telah keluar dari bisnis intinya. "Artinya, berdikari itu tidak boleh lagi bisnis mebel, tidak boleh bisnis asuransi (tidak sejalan)," jelasnya.
Sebagai informasi, beberapa waktu yang lalu, Dahlan meminta PTPN yang bergerak di bisnis sawit seperti PTPN I, IV, V dan VII juga bergerak di bidang peternakan sapi. Pasalnya, pelepah sawit yang telah membusuk dapat digunakan untuk makanan sapi. Kotoran sapi juga dapat digunakan untuk menyuburkan lahan sehingga bisnis sapi ini sejalan dengan bisnis sawit.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.