Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BEI Revisi Target IPO Jadi Cuma 23 Emiten

Rizkie Fauzian , Jurnalis-Jum'at, 07 Desember 2012 |18:34 WIB
BEI Revisi Target IPO Jadi Cuma 23 Emiten
Logo BEI. (Foto: BEI)
A
A
A

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merevisi target perusahaan yang akan listing di pasar modal, jika sebelumnya menargetkan 25 perusahaan, maka BEI merevisi menjadi 23 perusahaan. Pasalnya, sejumlah perusahaan yang telah ada di-pipeline mengundurkan jadwal IPO.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, jumlah perusahaan yang listing di pasar modal di tahun ini tidak mencapai target yakni 25 perusahaan karena sejumlah perusahaan yang berada di pipeline BEI telah menyatakan mengundurkan jadwal pelaksanaan pencatatan saham perdananya.

"Hingga akhir tahun ini hanya ada dua perusahaan yang akan IPO, yaitu PT Waskita Karya dan PT Wismilak Inti Makmur, sehingga bertambah dua menjadi 23 perusahaan," katanya saat ditemui wartawan di BEI Jakarta, Jumat (7/12/2012).

Lebih lanjut menurut Hoesen, sebenarnya masih ada sembilan perusahaan yang prosesnya telah selesai di BEI. Antara lain PT Bank Maspion, PT Siba Surya, PT Indoprima Gemilang, PT Pelita Cengkareng Paper dan PT Cipaganti Citra Graha. Namun perusahaan tersebut memilih memundurkan rencananya hingga Januari 2013.

"Kami tidak bisa mengintervensi perusahaan tersebut agar mau memajukan pelepasan saham perdananya pada Desember ini. Karena hal itu terkait dengan price harga saham yang ditawarkan," jelasnya.

Sebagai informasi, Waskita Karya melakukan penawaran perdana saham (IPO) sebanyak 3,08 miliar saham atau 32 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum. Penawaran saham perdana di BEI pada 19 Desember.

Sedangkan PT Wismilak Inti Makmur menawarkan sebanyak 629,96 juta saham perdananya atau sebanyak 30 persen dari total sahamnya. Perkiraan pencatatan di BEI pada 17 Desember.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement