BOGOR - PT Rekayasa Industri (Rekin) diperkirakan bisa menjadi lebih besar berada di bawah naungan PT Pertamina (Persero). Menteri BUMN Dahlan Iskan meyakini, Rekin akan menjadi sebuah entitas bisnis yang besar.
"Rekin jika masuk Pertamina akan mendapatkan bisnis yang lebih luas, nantinya akan bertambah besar. Dengan mendapatkan lapangan yang lebih besar," ujar Dahlan di Cisarua, Bogor, Minggu (9/12/2012).
Menurut Dahlan, Rekin yang saat ini masih berada dibawah naungan PT Pupuk Indonesia (Holding Company) tidak bisa maksimal dan diharapkan mau melepasnya agar masing-masing perusahaan fokus di koor bisnisnya masing-masing.
"Pertamina punya proyek-proyek besar yang memerlukan enginering. Sehingga harus fokus dengan koor bisnisnya. Misalnya untuk oliochemical untuk sejenis sekelas itu belum ada yang mampu," tuturnya.
Sebelumnya, Deputi Menteri BUMN Bidang Industri Strategis dan Manufaktur Dwijanti Tjahjaningsih mengungkapkan, Pertamina dalam mengakusisi Rekin, tidak akan mengambil saham negera yang ada di Rekin sebesar 4,5 persen.
"Rekin itukan pemegang sahamnya Pupuk Kaltim, Pupuk Indonesia, dan negara. Nah, punya negara tidak akan diambil, kalau saham negara juga diambil nantinya privatisasi lagi," tutur Dwijanti Tjahjaningsih di gedung Kementerian BUMN beberapa waktu lalu.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.