JAKARTA - Nilai tukar rupiah bergerak stabil pada awal pekan ini, Tekanan yang datang dari dolar Amerika Serikat (AS) tidak lagi terasa seperti sebelumnya.
Dalam risetnya, ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih menjelaskan, nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh beberapa isu.
Di Amerika Serikat (AS), Presiden Obama juga mengajukan usulan baru menurunkan target penerimaan pajak untuk dua persen kelompok masyarakat pendapatan tertinggi dari sebelumnya USD1,6 triliun menjadi USD1,4 triliun.
Semenatara di China, pemimpinnya memberi sinyal toleransi terhadap perlambatan ekonomi dengan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang hati-hati dan proaktif kebijakan fiskal. Kombinasi kebijakan ini mengindikasikan pemerintah China akan mengurangi injeksi yang eksesif dan menerima potensi pertumbuhan yang moderat.
Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) Senin (17/12/2012) berada di level Rp9.645 per USD, sama seperti pekan lalu. Menurut Bloomberg, rupiah berada di Rp9.645.
Sementara menurut yahoofinance, rupiah berada di posisi Rp9.650 per USD. Di mana kisaran perdagangan harian ada di Rp9.618-Rp9.705.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.