>

EEES Target Eksplorasi Gas Baru 800 BSCF

Minggu, 27 Januari 2013 - 17:58 wib | Jumardi Nurdin - Koran SI

Ilustrasi. (Foto: Rus Akbar/Okezone)

EEES Target Eksplorasi Gas Baru 800 BSCF
SENGKANG - Energi Equity epic Sengkang (EEES) mulai melakukan akuisisi seismic 2D (pengetesan kandungan gas dalam perut bumi) sepanjang 178 km dengan target prospek dan lead yang tersebar di seluruh area Blok Sengkang.

Diperkirakan, sumber daya gas yang dapat diperoleh dari hasil kegiatan eksplorasi ini sebesar 800 Miliar Standar Kaki Kubic (BSCF) atau setara dengan 145 miliar barrel oil equivalent (MBOF) yang akan ditindak lanjuti dengan kegiatan pemboran eksplorasi.

Area prospek dan lead dengan panjang 178 km lintasan ini terbagi menjadi Area East Walanga Kecamatan Penrang, Salubulo Kecamatan Sajoanging, Tosora Kecamatan Majauleng, Kecamatan Pammana dan Minyak Tanah Kecamatan Dua Boccoe Kabupaten Bone.

"Kegiatan eksplorasi ini dipersiapkan untuk menemukan cadangan gas baru terutama untuk suplai gas LNG Plant tahap 2 yang menyediakan 1 million tonnes per annum (MPTA) Liquid Gas," kata Project manager Seismic EEES Arif Fathkurokhman pada acara Test Parameter Survey siesmic 2 D blok Sengkang Kabupaten Wajo-Bone, di Desa Lawesso Kecamatan Penrang, Minggu (27/1/2013).

Dia memaparkan, gas pertama kali dihasilkan oleh lapangan Gas Kampung Baru pada Oktober 1997. Persetujuan Plan of Development/POD) Kampung Baru disetujui oleh BPPKA/Pertamina pada 1995 yang ditandai dengan pengeboran tiga sumur produksi dan pembangunan unit pengolahan gas.

Adapun jalur pipa 8 inch sepanjang 30 km yang menghasilkan produksi gas sebesar 28 MMScd yang peruntukkannya untuk menyuplai gas bagi pembangkit listrik yang pada waktu itu disebut PLTGU Sengkang yang berkapasitas 135 megawatt (mw).

"Permintaan suplai energi semakin meningkat sehingga pada November 2008 produksi gas lapangan Kampung Baru ditingkatkan menjadi 39-40 MMSCFd yang dibarengi selesainya penginstalan Power Plant Gas Turbin yang berkapasitas 195 mw," katanya.

Pada 2010, EEES mengajukan tahapan pengembangan lapangan Gas POD baru yang terdiri dari lapangan Walanga, Sampisampi, dan Bonge yang disetujui oleh BP Migas pada Juni 2011.

Tahap pengembangan ini rencana akan diperuntukkan untuk LNG (0,5 MPTA) yang membutuhkan pasokan 70 MMSCFd pada tahap pertama dan akan dikembangkan lagi pada tahap kedua dengan total 1 MPTA yang mana pengintalan LNG Plant tersebut berada 19 km di sebelah timur laut Lapangan Gas Walanga.

"Pengembangan Lapangan Gas Walanga Sampisampi dan Bonge ini terdiri dari kegiatan pemboran sumur produksi sebanyak enam buah, jalur pipa sepanjang 19 km, unit pengolahan gas, kompresor dan unit metering yang didesain untuk produksi 70 MMSCFd," katanya.

Kemarin, EEES yang menggandeng PT Kharisma Geophysical Bumi Putra mulai melakukan sismic pertama kalinya di kecamatan Penrang Kabupaten wajo. Pantauan SINDO dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dari Dua Kabupaten ( Wajo-Bone) nampak hadir.

Dalam tahap siesmik tersebut pihak PT KGB meledakkan sembilan titik lokasi yang diduga mengandung cadangan gas untuk selanjutnya di bor.

"Siesmik ini untuk mendeteksi kandungan isi bumi atau kandungan gas yang diduga berada di daerah ini," kata Manager Operasi (Geo Phicisits) PT KGB Agus Winarto.

Dia mengatakan, tahap siesmik ini, memberikan gambaran struktur ke bawah permukaan untuk mengevaluasi ada tidaknya kandungan gas atau minya di lokasi yang sudah ditunjuk,

"Dalam proses siesmik ini juga kita bisa menentukan posisi yang baik sehingga hasilnya juga baik," katanya.

Humas EEES Baso Firman, mengatakan, sebelum kegiatan siesmik terlebih dahulu telah dilakukan kajian geoligy dan geofisika yang melibatkan Institut Tekhnologi Bandung (ITB).

"Siesmik hari ini merupakan yang pertama kalinya di lakukan untuk lintasan ini, untuk mengetahui kandungan gas yang ada," katanya. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Harus Realisasikan Kartu Indonesia Sehat & Pintar