Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Blok Mahakam

"Pernyataan Jero Wacik Merendahkan Martabat Bangsa"

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 20 Februari 2013 |14:06 WIB
A
A
A

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan pernyataan Jero Wacik yang meragukan kemampuan Pertamina mengelola Blok Mahakam merendahkan martabat bangsa.

"Kalau bicara kemampuan, kita jangan bilang dibantu tidak dibantu, sebagai bangsa negara, BUMN yang mewakili negara dan rakyat ini, kalau mampu itu ya sudah dia mampu. Dengan begitu, Pertamina akan dapat pengakuan di luar negeri untuk bisa mengakuisisi dan menguasai blok di luar negeri itu orang percaya," ujar Marwan, kepada Okezone, di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Marwan menegaskan, terkait pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur, pemerintah sendirilah yang menyebut bahwa pihaknya meragukan kemampuan Pertamina untuk mengelola blok migas tersebut.

"Masa selama 60 tahun merdeka dibilang enggak mampu terus. Bagaimana orang luar mau percaya, bagaimana kita mau mendapat ladang di luar negeri kalau di dalam negeri pemerintahnya menganggap tidak mampu," tegas Marwan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik meminta kepada PT Pertamina (Persero) sama-sama menghitung kapabilitas perseroan yang mampu mengoperatori lapangan minyak dan gas (migas) di Blok Mahakam yang akan habis masa kontraknya pada 2017 mendatang.

"Saya minta kepada Pertamina untuk hitung dulu berapa mampunya. Ini kalau mau ambil kepemilikan sama saja menaruh modal," sebutnya.

Jero menambahkan, pengalihan operator Blok Mahakam yang kontraknya akan habis di 2017 mendatang perlu dihitung secara benar dan mengkalkulasi untung rugi.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement