Share

Inpex Corporation Masih Berminat Kelola Blok Mahakam

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 09:58 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 11 320 1843315 inpex-corporation-masih-berminat-kelola-blok-mahakam-CAdp5TsAWz.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Inpex Corporation menyatakan sedang berdiskusi dengan pemerintah Indonesia dan Pertamina terkait rencana partisipasi dalam Production Sharing Contract (PSC) Blok Mahakam.

Dalam skema tersebut, Inpex disebut-sebut akan bekerja sama dengan Total Indonesie untuk menggarap Blok Mahakam yang mulai 1 Januari tahun ini resmi dikelola Pertamina.

”Kami terus berdiskusi dengan pemerintah dan Pertamina. Detailnya belum,” ujar Senior Specialist Media Relations Inpex Corporation Moch N Kurniawan di Jakarta kemarin.

 Baca juga: Blok Mahakam Akhirnya Dikelola Pertamina, Ini 6 Fakta Setelah Dikuasai Asing 50 Tahun

Seperti diketahui, per 1 Januari 2018 pengelolaan Blok Mahakam diserahkan kepada Pertamina, setelah sebelumnya dikuasai Total E&P sela hampir 50 tahun.

Pemerintah melalui Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan skema alih kelola Blok Mahakam, Kalimantan Timur tahap pertama akan diserahkan kepada PT Pertamina (persero) sebesar 100%.

Selanjutnya setelah diberikan saham 100%, sesuai Peraturan Menteri Nomor 37 Tahun 2016, Pertamina diharuskan memberikan saham PI sebesar 10% kepada pemerintah daerah.

”Pengertian daerah ini adalah Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Nah, ini dibagi,” kata Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kemarin.

 Baca juga: 1 Januari Pertamina Kelola Blok Mahakam, Ladang Migas Terbesar di Indonesia

Selama proses alih kelola tersebut, pemerintah memberikan kebebasan kepada PT Pertamina untuk mengatur saham kepemilikan (share down) kepada mitra kerjanya, setelah memberikan saham (participating interest /PI) Blok Mahakam 10% kepada pemerintah daerah.

Terkait dengan penentuan besaran nilai untuk daerah, kata Amien, pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak pemprov atau dikonsultasikan dengan menteri ESDM terlebih dahulu. ”Kalau tidak bisa memutuskan, menteri ESDM yang akan memutuskan,” kata Amien.

Selanjutnya, pemerintah mengizinkan Pertamina untuk melepas kepemilikan saham maksimal sebesar 39% dengan memberikan kebebasan dalam mencari mitra kerjanya. Di antara perusahaan yang disebut- sebut berminat ikut mengelola blok tersebut adalah Inpex dan Total.

”Kalau itu direalisasikan maka Pertamina share- nya menjadi 51%, daerah 10%, pihak lain 39%. Tapi itu, kalau itu direalisasikan,” katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini