Share

Blok Mahakam Akhirnya Dikelola Pertamina, Ini 6 Fakta Setelah Dikuasai Asing 50 Tahun

Anisa Anindita, Okezone · Senin 01 Januari 2018 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 01 320 1838473 blok-mahakam-akhirnya-dikelola-pertamina-ini-6-fakta-setelah-dikuasai-asing-50-tahun-TlDQhieKq4.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Mulai hari ini, Senin 1 Januari 2018 pengelolaan Blok Mahakam beralih dari Total E&P Indonesia ke Pertamina. Proses diawali dengan penyerahan pengelolaan Wilayah Kerja Mahakam dari TEPI dan Inpex kepada pemerintah yang diwakili oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, yang selanjutnya diserahkan ke Pertamina diwakili oleh Direktur Hulu Syamsu Alam.

Berikut ini merupakan fakta-fakta tentang pengambilalihan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesia ke PT Pertamina (Persero) .

1. Berubah Nama Setelah Dikuasai Asing 50 Tahun

Blok Mahakam kini berganti nama menjadi Wilayah Kerja (WK) dikelola oleh Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang disebut-sebut sebagai cucu perusahaan Pertamina. Sebelumnya pengelolaan berada di tangan TEPI dan Inpex selama 50 tahun.

2. Peralihan Melalui Beberapa Tahap

Pihak Pertamina selama masa peralihan telah melakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan semua pihak. Mengingat pengelolaan Wilayah Kerja Mahakam sebagai tugas negara yang akan dijalankan sesuai tugas pokok, dan fungsi Pertamina sebagai BUMN. "Pengelolaan dilaksanakan dengan tetap menjaga produksi WK Mahakam yang masa puncak produksi reservoirnya pada periode 2003-2009 telah terlewati. PHM mengontrol biaya operasi dan tetap mengedepankan QHSSE (Quality, Health, Safety, Security and Environment) dalam operasionalnya," kata Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam. Sebelumnya, Pertamina telah berhasil membuktikan pengelolaan blok migas pascaterminasi, yakni Blok Offshore North West Java (ONWJ) pada 2009, dan West Madura Offshore (WMO) pada 2011.

Baca Juga: Soal Blok Mahakam, Wamen ESDM: Insya Allah, 31 Desember 100% ke Pertamina

3. Blok Mahakam Berpotensi Menguntungkan

Berdasarkan data SKK Migas per November 2017, Wilayah Kerja Mahakam berproduksi minyak dan kondensat sebesar 52 ribu barel minyak per hari, dan 1.360 juta kaki kubik gas bumi per hari. Hal itu yang menjadikan Blok Mahakam memiliki potensi yang cukup menjanjikan, dengan bukti per 1 Januari 2016 sebesar 4,9 TCF gas, 57 juta barel minyak, serta 45 juta barel kondensat.

Sedangkan, pada Persetujuan Program Kerja dan Anggaran (WP&B) 2018, SKK Migas menargetkan produksi PHM 42,01 ribu barel minyak per hari, dan 916 mmscf gas per hari. Angka tersebut direncanakan tercapai dengan adanya pengeboran sumur pengembangan sebanyak 69 sumur, 132 workover sumur, 5623 perbaikan sumur, serta POFD 5 lapangan migas di Wilayah Kerja Mahakam.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

4. Ladang Minyak dan Gas Terbesar Saat Ini di Indonesia

Per 1 Januari 2018, Pertamina secara resmi mengelola Blok Mahakam, yang merupakan ladang minyak dan gas terbesar saat ini di Indonesia. Menurut Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi dengam pengambilalihan Blok Mahakam, Kalimantan Timur oleh PT Pertamina (Persero) bisa mewujudkan kemandirian energi nasional. Selain itu, pengambilalihan Blok Mahakam merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Pertamina.

Baca Juga: Catat! Persiapan Pertamina untuk Kelola Blok Mahakam

5. Pertamina Ngebor Sumur di Blok Mahakam dalam Waktu 4 Hari

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menyatakan hingga November 2017 ini, sudah ada 11 sumur yang dibor dari target 15 sumur hingga akhir tahun ini. Hal ini dilakukan sebagai persiapan sebagai operator Blok Mahakam di awal tahun depan. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Bambang Manumayoso mengenai pengeboran sumur, pihaknya telah melakukan hal yang luar biasa dan menjadi rekor dunia. Apsalnya, pihaknya melakukan pengeboran sumur dengan waktu tercepat, yaitu 1 sumur bisa diselesaikan dalam sekitar 4 hari. "Pengeboran 11 sumur, driling day kita lebih cepat 25% menjadi rekor di Indonesia dan Dunia. 1 sumur selama 4,3 hari yang selama ini belum pernah tercapai dan costnya bisa lebih hemat 23%," ungkapnya di Hongkong Cafe, Jakarta, Kamis (9/11/2017).

6. Pertamina akan Tambah Pengeboran Sumur Baru

Untuk menjaga produksi Migas yang ada di Blok Mahakam yang sudah beroperasi selama 40 tahun, pihaknya akan menambah pengeboran sumur baru. Pengeboran dilakukan baik di sumur batu atau sumur lama, dan kemungkinan pada tahun ini akan ditambah lagi menjadi 17 sumur dari sebelumnya 15 sumur di 2017.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini