KARANGANYAR - Menghilangnya elpiji terutama tabung 3 kg di Kabupaten Karanganyar,Jawa Tengah, memaksa Bupati Rina Iriani menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah lokasi, seperti Stasiun Pengisian Bahan Elpiji (SPBE) hingga ketingkat pengecer.
Dalam sidak yang diawali dari SPBE Popongan, Karanganyar, Rina mendapati SPBE tersebut dalam keadaan tidak beroperasional. Dua tangki milik SPBE tersebut hanya terlihat parkir di lokasi SPBE sambil memuat tabung elpiji 3kg dalam keadaan kosong.
Sedangkan di lokasi pengisian elpiji tidak terlihat kesibukan pengisian. Yang terlihat, hanyalah tabung-tabung elpiji yang dibiarkan begitu saja di lokasi pengisian elpiji.
Pihak SPBE menolak memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan dengan Bupati. Usai mendatangi SPBE, sidak yang juga diikuti jajaran terkait seperti Disperindakop dan UKM, bagian perekonomian, Satpol PP, melanjutkan inspeksi dengan mendatangi Agen.
Di Agen elpiji milik Salma Wicaksana, Bupati menemukan fakta kekosongan tabung elpiji di agen tersebut. Salah satu pegawai agen milik Salma Wicaksana, Safrudin mengaku untuk tabung elpiji 3 kg sepekan terakhir ini sulit didapat.
Safrudin mengaku tidak mengetahui pasti kekosongan tabung elpiji tersebut disebabkan faktor apa. Padahal setiap harinya, agen elpiji tersebut harus menyalurkan 1.440 tabung elpiji 3 kg ke beberapa pangkalan yang ada di wilayah Karanganyar.
"Dengan kekosongan ini, kami tidak bisa menyalurkan elpiji ke beberapa pangkalan di Karanganyar. Kalaupun elpiji tersebut datang,jumlahnya tidak banyak.Dan kami terpaksa hanya menyalurkan elpiji kebeberapa pangkalan yang jumlah pemesannya banyak. Sedangkan pangkalan yang jumlah pemesannya sedikit, tidak kami layani," jelas Safrudin saat ditanya Bupati Karanganyar Rina Iriani, di Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (14/5/2013).
Menyangkut harga, diakui Safrudin tidak mengalami perubahan. Meskipun terjadi kekosongan harga tabung gas elpiji untuk ukuran 12 kg harga tetap Rp73 ribu dan ukuran tabung 3 kg harganya tetap Rp12.750.
Usai mengunjungi agen elpiji, Sidak di lanjutkan dengan mengunjungi pasar Jaten. Di tingkat pengecer, Bupati menerima keluhan dari pengecer bila pengiriman elpiji sudah tidak ada lagi.
Agar usahannya tetap berjalan, para pengecer mengaku terpaksa mengantrikan tabung elpiji kosong ke beberapa pangkalan yang masih menerima pengiriman elpiji.
Setelah mengecek ketersediaan elpiji ditingkat pengecer, sidak dilanjutkan dengan mengunjungi SPBE yang terletak di Jetis, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah.
Berbeda dengan pengisian SPBE di Popongan, di SPBE Jetis, pengisian elpiji ukuran 12 kg dan ukuran 3 kg masih terus dilakukan.
Bupati sendiri mengaku heran dengan kekosongan elpiji di wilayahnya. Padahal dari dua SPBE, Bupati melihat sendiri bila pengisian dan pengiriman elpiji masih terus dilakukan.
"Saya akan memerintahkan Disperindakop untuk menyelidiki kenapa elpiji menghilang ditingkat pengecer. Dari sidak ini diperoleh fakta bila SPBE tetap melakukan pengisian dan penyaluran,namun faktannya di agen kosong dan di tingkat pengecer juga kosong. Ini yang harus segera di selidiki,"jelas Bupati Karanganyar, Rina Iriani,di Karanganyar,Jawa Tengah,Selasa (14/5/2013).
Rina mencurigai kekosongan elpiji pada tingkat pengecer disebabkan adannya permainan diatasnya. Menurut Rina, bisa juga permainan tersebut dilakukan di tingkat SPBE,Agen maupun tingkat pangkalan.
"Kita lihat saja,katannya mulai besok akan ada penambahan kuota elpiji. Kalau sampai tingkat pengecer tidak ada elpiji,maka kita mengetahui permainan tersebut dilakukan ditingkat mana,"pungkasnya. (wan)
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.