Izin Lahan Belum Keluar

Pengembangan Pembangkit Listrik Mini Hydro Terhambat

Jum'at, 24 Mei 2013 09:51 wib | Dani Jumadil Akhir - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone) Ilustrasi. (Foto: Okezone) JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH) di wilayah timur Indonesia akan terus dioptimalkan. Pasalnya, potensi sumber energi tersebut sangat tinggi.
 
Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, saat ini potensi sumber PLTMH cukup besar di Indonesia, yakni mencapai 75 giga watt (GW) meskipun masih terkendala urusan teknis di lapangan.

"Sekarang saja yang terserap hanya 6 ribu mega watt (MW) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," kata Rida kepada wartawan di DPR, Jakarta.

Kendati potensinya masih besar, Rida mengatakan pengembangan pembangkit tersebut masih terbilang lambat. "Alasannya, potensi energi tersebut tidak dibarengi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai," tambah dia.

Menurutnya, daerah dituju untuk aksi pembangunan, masih di daerah-daerah terpencil sehingga untuk masuk ke sana dibutuhkan pembangunan infrastruktur terlebih dahulu, seperti jalan, dan prasarana lainnya.

"Hambatannya karena masuk pedalaman. Masalah klasik lainnya adalah menyangkut sosial karena status lahan. Izin lahan masih sulit diperoleh," tukas dia. (mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »