Kenaikan UMK 2014 Diminta Tak Lebih dari 10%

Kamis, 22 Agustus 2013 18:55 wib | Timotius Aprianto - Okezone

ilustrasi: (foto: Okezone) ilustrasi: (foto: Okezone) SEMARANG - Asosisi pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengan (Jateng) meminta kenaikan UMK tahun 2014 mendatang tidak lebih dari 10 persen. Hal ini dikarenakan kondisi ekonomi yang masih bertumbuh cukup baik, serta inflasi yang masih terjaga.

Menurut Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi, jika kenaikan upah melebihi 10 persen maka hal itu akan sangat memberatkan dunia usaha. Pasalnya komponen upah karyawan mengambil andil hingga 30 persen dari total biaya produksi.

"Di Jawa Tengah ini banyak industri padat karya seperti garmen, yang komponen gaji karyawan itu bisa mencapai 30 persen dari total produksi," ungkapnya.

Pihaknya berharap semua pihak baik buruh maupun pengusaha bisa menjaga kondisi ekonomi di Jawa tengah tetap kondusif. Dengan demikian pengusaha tetap bisa menjalankan usahanya sehingga lapangan kerja tetap terbuka lebar.

"Kita belajar seperti di Jakarta, kalau tidak kondusif maka pengusaha bisa tutup usahanya atau relokasi," ujarnya.

Frans kongi menambahkan, pihaknya tidak mempermasalahkan penambahan komponen dalam penghitungan upah minimum kabupaten kota tahun 2014. Ia berharap pemerintah nantinya bisa lebih bijaksana dalam menentukan komponen–komponen tersebut.

"Boleh–boleh saja mengajukan usulan dari 60 menjadi 84 atau seterusnya. Saya rasa pemerintah bisa bijaksana nantinya memutuskan," ungkapnya. (wan) (wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »