Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Green Construction 15% Lebih Mahal

Widi Agustian , Jurnalis-Rabu, 12 Maret 2014 |09:54 WIB
<i>Green Construction</i> 15% Lebih Mahal
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyadari jika proyek-proyek Infrastruktur yang digarapnya mengakibatkan perubahan kondisi alam dalam daur hidupnya. Oleh karena itu Kementerian PU terus berupaya mencari inovasi untuk mengurangi dampak tersebut.

Kepala BP Konstruksi Hediyanto W Husaini mengatakan, salah satu upaya tersebut adalah penerapan konsep konstruksi berkelanjutan atau lebih dikenal dengan istilah green construction.

"Konsep ini diyakini mampu mereduksi terjadinya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh berbagai aktivitas pembangunan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Indonesia," kata dia dilansir dari laman Setkab, Rabu (12/3/2014).

Dia melanjutkan, green construction dinilai memang lebih mahal 15 persen jika dibandingkan dengan pembangunan konvensional.

"Hal ini diakibatkan karena kita terbiasa mengukur biaya pembangunan infrastruktur untuk periode yang relatif pendek dan tidak memperhitungkan biaya berdasarkan siklus hidup yang memberikan persepektif jangka panjang,” jelas Hediyanto.

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement