JAKARTA - Pelaku dunia usaha mengaku khawatir dengan keamanan menjelang dan pasca pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli nanti. Pemangkasan APBN yang tenga dibahas pemerintah dan DPR saat ini diharapkan tidak ikut mengurangi besaran alokasi biaya pengamanan pesta demokrasi itu.
"Kami kalangan usaha harapkan dana pengamanan pilpres tidak ikut terpotong. Karena keamanan bagi kami sangat penting," tutur salah satu pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang juga adalah Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Franscicus Welirang dalam kesempatan tatap muka dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, di Gedung Permata, Kuningan, Jakarta, Rabu (28/5/2014).
Menurut dia, proses pilpres yang telah memasuki tahap konsolidasi menjelang penetapan Komisi Pemilihan Umum terkait Calon Presiden dan Wakil Presiden semakin memanas belakangan ini. Untuk itu, pihak keamanan perlu memastikan keamanan bagi warga masyarakat.
Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung menegaskan, instruksi pengamanan ekstra telah disampaikan presiden kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).
Pria yang akrab disapa CT itu mengaku suhu konsolidasi kedua kubu koalisi semakin memanas. "Presiden sudah instruksikan kepada Kapolri agar ada pengamanan ekstra karena kerasnya persaingan. Lalu apalagi (pilpres) diprediksi akan beda tipis," imbuhnya.
Dirinya mengimbau kepada seluruh kalangan dunia usaha untuk tidak khawatir dengan kondisi keamanan pilpres nantinya. "Saya tahu pengusaha khawatir soal keamanan. Jangan khawatir,. Presiden care soal ini dan telah ada instruksi pengawasan ekstra," tukasnya.
(Fakhri Rezy)