Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Sampai Perikanan RI Bernasib Sama seperti di Sektor Minyak

Dhera Arizona Pratiwi , Jurnalis-Senin, 07 September 2015 |19:31 WIB
Jangan Sampai Perikanan RI Bernasib Sama seperti di Sektor Minyak
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan, Indonesia seharusnya mampu belajar dari kejadian 20 tahun yang lalu. Saat Indonesia masih menjadi salah satu negara produsen minyak terbesar di dunia.

Pasalnya, dalam cita-cita untuk menciptakan kedaulatan dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, maka harus menjaga laut sebagai masa depan bangsa.

"Sekarang kita menjadi net importir. Makanya sekarang kita harus menjaga laut sebagai masa depan bangsa," ucapnya saat rakor bersama DPP dan DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HINSI) di Gedung Mina Bahari I KKP, Jakarta, Senin (7/9/2015).

Menurutnya, sebesar apapun sumber daya alam yang dimiliki, namun bila tidak dijaga dengan baik, maka akan terus terkuras lalu kemudian habis.

"Sama halnya dengan perikanan," imbuh dia.

Dia mencontohkan, bila ada 500 kapal asing yang dibiarkan membayar ataupun membeli izin untuk menangkap hasil perikanan di laut Indonesia oleh segelintir pihak yang bermain atau berkepentingan demi mendapatkan uang, maka sama saja dengan tidak memberdayakan nelayan di negeri sendiri.

"Ada 500 kapal dibiarkan bayar, beli izin, dapat duit, tapi kita tidak bisa berdayakan nelayan-nelayan kita sendiri. Kita semua yang harus menjaga," tandas Susi.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement