Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Masih Belum Selamat dari Kebijakan The Fed

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 09 Oktober 2015 |22:09 WIB
Indonesia Masih Belum Selamat dari Kebijakan The Fed
Darmin Nasution (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh Rp13.200 per USD, diperkirakan sementara. Hal ini mengacu kepada bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang kembali mengadakan rapat. Sebelumnya, rapat The Fed menunda kenaikan suku bunga (Fed fund rate).

"Ini jangan dilihat semuanya, tetap ada rapat The Fed jalan lagi. Apakah akan berubah kebijakan di sana belum bisa sudah tapi bukan ke arah sana," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Menurut Darmin, dengan membaiknya nilai tukar Rupiah yang menguat, akan menggairahkan kegiatan ekonomi di tengah perlambatan ekonomi.

"Ini semua masih memerlukan perbaikan iklim usaha penyederhanaan aturan dan perizinan yang untuk mendorong terjadinya investasi dan perdagangan. Sebagian kebijakan dorong ekspor," sambungnya.

Darmin menambahkan, apalagi bukan hanya kebijakan atau deregulasi saja yang dikeluarkan oleh pemerintah, melainkan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendorong kegiatan ekonomi.

"Kita tetap buat iklim usaha lebih jelas dan sederhana karena sektornya banyak," tukasnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement