JAKARTA - Baru-baru ini Go-Jek menurunkan tarif dari Rp4.000 per km menjadi Rp3.000 per km. Hal tersebut menuai reaksi cukup keras dari para pengemudi Go-Jek.
CEO Go-Jek Nadiem Makarim, mengatakan bahwa hal itu merupakan pilihan yang terbaik bagi pengemudi, maupun pelanggan.
"Kami punya dua pilihan, apakah kami akan menghilangkan potongan (promo) untuk pengguna, tapi yang terjadi pengemudi justru akan lebih menderita karena pengguna akan jauh lebih sedikit," kata dia, usai mengisi sesi dalam gelaran Tech in Asia Jakarta 2015, Kamis, 13 November malam.
"Jadi, dari pada melakukan hal tersebut, kami memilih untuk menjaga pertumbuhan dengan mengurangi transaksi untuk pengemudi, sehingga pengemudi tetap mendapat pesanan," sambung dia.
Nadiem lebih memilih..