DENPASAR - Pemerintah Jepang mengalokasikan dana bantuan sosial sekitar 20 juta yen atau sekitar Rp2 miliar per tahun untuk membangun proyek kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bali.
"Oleh karena jumlah personel kami sedikit, maka setiap tahunnya satu sampai dua proyek di Bali," kata Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Noboru Nomura, Selasa (1/3/2016).
Menurut dia, satu proyek bantuan sosial itu dianggarkan di bawah 10 juta yen yang disebutnya sebagai bantuan grassroot.
Konjen Jepang kemudian mengajak para awak media di Denpasar untuk meninjau langsung beberapa proyek yang didanai dari negeri sakura itu.
Proyek bantuan sosial tersebut di antaranya bantuan ruang kelas bagi penyandang disabilitas di Yayasan Senang Hati yang berdiri di Desa Siangan, Kabupaten Gianyar yang diresmikan pasa 27 Juni 2014.