Dia menjelaskan apabila bantuan di atas 10 juta Yen maka prosesnya akan lebih lama.
"Kalau melewati 10 juta yen, kami harus mendapat persetujuan dari Kementerian Luar Negeri, parlemen dan Departemen Keuangan. Kalau proposal ke Indonesia, maka harus masuk ke Bappenas lalu ke Setneg. Itu memakan waktu lebih lama," imbuh diplomat jebolan Fisipol Universitas Indonesia tahun 1978 itu.
Diplomat yang satu almameter bersama dengan almarhum komedian Dono dan Kasino itu menambahkan bahwa untuk di tingkat kedutaan, negaranya mengalokasikan 10 proyek per tahun.
Sedangkan untuk Konjen Surabaya, pihaknya mengalokasikan lima proyek per tahun.
Untuk Indonesia keseluruhan, kata dia, Jepang mengalokasikan rata-rata 20 proyek beragam di sejumlah daerah.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.