JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatat gini ratio Indonesia per Maret 2016 sebesar 0,397 persen. Angka koefisien gini ini lebih rendah dibandingkan periode September 2015 sebesar 0,402 persen.
"Menurut dibandingkan Maret 2015 (0,408 dan September 2015 sebesar 0,402). Artinya ada perbaikan,"ujar Suryamin di Kantor BPS Pusat Jakarta, Jumat (19/8/2016).
Menurut klasifikasi daerah, BPS mencatat gini ratio di perkotaan menurun dari September 2015 sebesar 0,419 menjadi 0,410 pada Maret 2016.. Sedangkan di pedesaan, gini ratio pada September 2015 sebesar 0,329 menjadi 0,327 pada Maret 201.
Adapun penyebab utama dari turunnya gini ratio di antaranya adalah Telah terjadi peningkatan pengeluaran untuk kelompok 40 persen menengah sementara 20 berpengeluaran tertinggi terjadi penurunan, artinya ada pemerataan.