"Ini bukan karena penurunan dari pendapatan, tapi dari sisi pengeluaran perkapita justru meningkat,"ujarnya.
Seperti diketahui, rilis gini ratio ini dilakukan per 6 bulan, yaitu per Maret dan per September setiap tahunnya. Pemerintah menargetkan gini ratio akan kembali turun pada tahun 2017 mendatang.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang PS Brodjonegoro pun berharap bahwa gini ratio Indonesia dapat turun hingga 0,1 persen pada tahun 2017 mendatang.
"Lalu untuk koefisien gini saat ini 0,4. Tidak mudah turunkan 0,01. Tapi 0,39 menurut kami meskipun tidak mudah untuk dicapai tapi akan tercapai. Kita akan fokus ke program pembangunan," ujar Bambang belum lama ini.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.