TANJUNG PANDAN - Holdingisasi diyakini dapat memangkas biaya operasional kegiatan perusahaan BUMN, terutama yang bergerak untuk satu bidang. Dampak efesiensi ini juga akan sangat dirasakan oleh Bank BUMN.
Tak hanya itu, Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Nafas mengatakan, rencana holdingisasi ini juga akan semakin memperkuat daya saing perbankan dengan didukung oleh adanya pembentukan perusahaan switching. Dengan begitu, maka biaya operasional perbankan dapat lebih ditekan lagi karena tidak harus bergantung kepada asing.
Kedua hal ini diyakini pula akan memberikan pengaruh kepada suku bunga kredit perbankan. Berkat efisiensi besar yang dapat dilakukan, maka bukan hal mustahil suku bunga perbankan dapat kompak turun pada level single digit di Indonesia.
"Jadi Rupiahnya menurut saya cukup besar dengan transaksi itu. Artinya saya bisa turunkan suku bunga kredit lagi dari situ. Itu kan bisa mengurangi biaya saya," ungkapnya di Belitung, Jumat (23/9/2016).
Rohan melanjutkan, saat ini masih belum ditentukan berapa efisiensi yang diperoleh. Namun dapat dipastikan dua rencana di atas bisa memberikan efisiensi bagi perbankan sekalipun angkanya kecil.
"Jadi tadi fee-nya berapa persen yang hilang itu belum saya hitung. Masih berapa persen lagi dari total biaya saya lihat nanti, tapi di bank itu 0,1 atau setengah persen itu pun sudah besar," tutupnya.
(Raisa Adila)