JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN berencana menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2017 sekitar USD500 juta atau setara Rp6,674 triliun.
Nantinya, belanja modal tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan pengembangan jaringan pipa gas distribusi dan transmisi, serta kegiatan downstream, midstream, upstream dan supporting lainnya yang akan dilakukan bersama dengan entitas usaha.
Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup dalam siaran persnya di Jakarta mengatakan, dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur jaringan gas akan selalu memperhatikan availibility aset dan kondisi perekonomian.
Pada kuartal III 2016, PGN mencatat penurunan laba sekitar 21% atau menjadi USD241,99 juta, yang disebabkan oleh tingginya beban usaha sebesar USD702,89 juta.
Adapun infrastruktur pipa gas hingga kuartal III 2016, sudah bertambah sepanjang lebih dari 241 kilometer (km). Sementara analis Samuel Sekuritas, Arandi Ariantara dalam risetnya memproyeksikan, laba bersih perseroan tumbuh 21% atau menjadi USD487 juta. Hal ini merefleksikan ekspektasi marjin gas distribusi perseroan sebesar USD3,1 per mmbtu.
”Kami melihat dengan alokasi 50% capex untuk ekspansi hulu, berarti apabila aset hulu dialihkan ke Pertamina, maka perseroan memiliki ruang dana lebih besar untuk memenuhi target pembangunan 1.685 km pipa gas bumi hingga 2019,"ujarnya.
Sebagai informasi, PGN sepanjang tahun 2016 berhasil menambah 8.158 pelanggan gas bumi rumah tanpa mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja negara.”Kami punya program PGN Sayang Ibu yang tiap tahun terus menambah pelanggan gas rumah tangga baru di berbagai daerah khususnya wilayah yang telah dibangun pipa PGN," kata Vice President Corporate Communication PGN, Irwan Andri Atmanto .