JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional III Jawa Tengah dan DIY menyatakan, sosialisasi terkait pasar modal memerlukan kerja keras dari seluruh pihak.
”Sosialisasi pasar modal bukan hanya dari OJK, tetapi juga dari Bursa Efek Indonesia, Danareksa Sekuritas dan perusahaan berjangka lain," kata Kepala OJK Kantor Regional III Jawa Tengah dan DIY, Moch Ihsanuddin di Semarang, kemarin.
Diperlukannya kerja keras, kata Ihsanuddin, karena tingkat literasi dan inklusi masyarakat terhadap pasar modal masih sangat rendah dan bahkan dapat dikatakan memprihatinkan. Menurutnya, dari survei yang dilakukan pada tahun 2013 diperoleh hasil bahwa tingkat literasi atau pemahaman masyarakat terhadap pasar modal hanya 2,75%. Sedangkan untuk tingkat inklusi atau pemanfaatan terhadap pasar modal masih 0%.
Meski demikian, lanjutnya, dari survei serupa yang dilakukan pada tahun 2016, tingkat literasi maupun inklusi masyarakat Jawa Tengah terhadap pasar modal mengalami peningkatan.”Untuk tingkat literasi meningkat menjadi 3,79%, sedangkan tingkat inklusi meningkat menjadi 0,1%," katanya.
Dia mengatakan, OJK terus memperbaiki tingkat literasi dan inklusi melalui peningkatan kuantitas sosialisasi agar bisa menyamai tingkat literasi dan inklusi di bidang keuangan secara umum. Ihsan menambahkan, saat ini tingkat literasi masyarakat di bidang keuangan secara umum mencapai 67%, sedangkan dari sisi inklusi sudah berada di atas 40%.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A OJK, Gonthor R Azis mengatakan, peningkatan literasi dan inklusi masyarakat terhadap pasar modal juga terjadi secara nasional. Disebutkannya, tingkat pemahaman masyarakat Indonesia berdasarkan survei literasi keuangan pada tahun 2013 hanya 3,79% dan di tahun 2016 naik menjadi 4,40%. Selanjutnya, dari sisi tingkat inklusi pada tahun 2013 hanya 0,11% dan di tahun 2016 meningkat menjadi 1,25%. (kmj)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.