JAKARTA – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memutuskan mengangkat Wimboh Santoso sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Wimboh mengisi posisi yang ditinggalkan Muliaman D Hadad dan akan memimpin OJK periode 2017-2022.
Wimboh berhasil mengalahkan Sigit Pramono dengan beberapa tahap seleksi. Hingga akhirnya hasil dari uji kelayakan dan kepatutan Komisi XI memilih Wimboh memimpin OJK hingga 5 tahun ke depan.
Berikut profil Wimboh yang telah dirangkum Okezone dari beberapa sumber. Wimboh memulai kariernya di Bank Indonesia (BI) pada 1984 sebagai pengawas perbankan di Bank Indonesia (BI). Dia adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 1983.
Wimboh melanjutkan studinya dalam program Master of Science in Business Administration di University of Illinois, Amerika Serikat, pada 1991. Pendidikan ini diselesaikan pada September 1993. Kemudian ia melanjutkan pendidikan formalnya ke jenjang Doktor di Loughborough University, Inggris, dengan studi konsentrasi Financial Economics pada 1995. Dengan memboyong gelar PhD, Wimboh kembali ke Indonesia pada 1999. Dia membawa ilmu manajemen risiko (risk management) untuk diterapkan pada perbankan Indonesia.
Wimboh pernah menjadi kepala perwakilan BI di New York pada 2012. Jabatan ini diperoleh usai ia menjabat sebagai Direktur Direktorat Pengaturan Perbankan BI periode 2010-2012.