Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bunga Obligasi AS Turun, Harga Emas Berjangka Menguat

Bunga Obligasi AS Turun, Harga Emas Berjangka Menguat
Harga emas (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA Harga emas berjangka terangkat lagi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi), setelah menguat sehari sebelumnya dan mencatatkan kenaikan mingguan kedua berturut-turut, karena imbal hasil obligasi pemerintah AS turun dan dolar mundur dari level tertinggi sesi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, terangkat USD9,2 atau 0,53% menjadi ditutup pada USD1.741,70 per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (18/3/2021) menguat USD5,40 atau 0,31% menjadi USD1.732,50.

Baca Juga: Harga Emas Antam Stagnan di Rp927.000/Gram

Untuk sepekan, kontrak acuan emas berjangka naik 1,3%, memperpanjang kenaikan mingguan dari pekan sebelumnya.

Emas naik minggu ini meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai tertinggi 13-bulan di atas 1,7% pada Kamis (18/3/2021) dan indeks dolar melonjak ke level kunci 92 pada Jumat (19/3/2021) - perkembangan yang negatif terhadap logam kuning.

"Suku bunga (obligasi) 10 tahun telah turun sedikit dan dolar yang lebih tinggi juga telah turun. Kita bisa melihat emas berkinerja sedikit lebih baik jika situasi suku bunga mulai stabil," kata analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir dilansir dari Antara, Sabtu (20/3/2021).

Baca Juga: Harga Emas Naik 1% Didukung Kebijakan Bank Sentral AS

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun melemah setelah melayang di dekat tertinggi lebih dari satu tahun yang meningkat di sesi lalu. Dolar juga mundur dari puncak sesi, yang tertinggi dalam lebih dari seminggu.

"Prospek pertumbuhan yang diharapkan, kelanjutan dari lingkungan suku bunga yang relatif rendah memang membawa beberapa kekhawatiran inflasi, yang mendukung emas," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Emas sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi imbal hasil yang lebih tinggi mengancam status tersebut.

Di sisi teknis, "dalam waktu dekat emas menghadapi resistensi di sekitar level 1.765 dolar AS per ounce," kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement