Investasi Emas, Tunggu sampai Terkoreksi

Trust, Jurnalis
Sabtu 19 Januari 2008 16:03 WIB
Share :

JAKARTA - Permintaan emas dunia untuk kebutuhan investasi melonjak 96 persen menjadi 122,7 ton. Pada 2008 kenaikan harga komoditi ini diperkirakan semakin terbatas.

Pamor emas kian memesona. Awal pekan Januari lalu, harganya sudah menembus USD872,55 per troy once. Rekor baru selama 28 tahun terakhir ini menunjukkan bahwa sepanjang 2007 harga si kuning telah mengalami kenaikan 38,2 persen.

Di dalam negeri, akibat kenaikan itu transaksi emas perhiasan terus melambat. Maklum, harga emas 24 karat kini dibanderol di kisaran Rp256-260 ribu per gram. Padahal, pada Januari tahun lalu harganya baru Rp190 ribu per gram.

Vivi, pedagang emas di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, mengungkapkan, untuk mendapatkan seorang pembeli saja sulit. Ketika harga mulai merambat naik di pertengahan 2007, kata dia, masih banyak konsumen yang melakukan penjualan. Tapi, kondisi itu kini sudah jarang ditemui.

"Sehari bisa laku satu potong saja sudah bagus," akunya, seperti dikutip Sabtu (19/1/2008). Untuk mendapatkan fulus, para pedagang kini bergantung kepada ongkos cuci perhiasan. Tarifnya sekitar Rp25 ribu per potong.

Pertanyaannya, akankah harga emas bakal terus meninggi? Kepala Riset Recapital Poltak Hotradero,  tak terlalu yakin. Dia justru melihat harga emas akan melandai. Sebab, permintaan global bakal menurun.

Poltak mengungkapkan, ada dua faktor yang membuat harga komoditi ini naik tajam. Pertama, demand dari China dan India tumbuh amat pesat. Bertambahnya jumlah warga kelas menengah atas telah mendorong kebutuhan emas meningkat.

Faktor kedua terkait pelemahan mata uang Amerika Serikat. Seperti diketahui, pergerakan USD berbanding terbalik dengan harga emas. Contohnya Agustus tahun lalu. Ketika kasus subprime mortgage mulai mencuat di Amerika, nilai tukar USDterhadap mata uang dunia, terutama Euro melemah. Akibatnya, di bulan September emas sudah naik tujuh persen ke level USD712,63 per troy once.

Poltak menilai, permintaan emas dari Cina dan India bakal menurun. Sebab, harganya sudah terlalu tinggi. Dampaknya, di permintaan di pasar akan cenderung berkurang. Soalnya tidak ada faktor lain yang bakal mendorong peningkatan demand. Pamor USD juga diperkirakan lebih baik ketimbang tahun lalu.

Walaupun riak-riak subprime mortgage dan harga minyak bisa memengaruhi fundamental Amerika, namun kondisinya diyakini tidak akan semakin memburuk.

Pandangan berbeda diungkapkan Leo Hadi. Menurut Country Manager World Gold Council (WGC) itu, perekonomian Amerika kini dalam posisi sulit. Di satu sisi, untuk menekan inflasi, mereka harus menaikkan suku bunga.

Namun, jika itu dilakukan dampak subprime mortgage bisa kembali membesar. Makanya, Leo yakin, the Federal Reserve bakal memangkas bunga ke level 3,50 persen. Apabila itu dilakukan, kata dia, USD bakal melemah. Sehingga potensi kenaikan harga emas, kendati terbatas, kembali terbuka.

Sepanjang 2008, andai kata harga minyak masih di bawah level USD100 per barel, harga emas diprediksi akan berada di kisaran USD750-850 per troy once.

Sebaliknya, jika minyak terus melaju dan melewati USD100 per barel, harganya bisa tembus USD900 per troy once. Soalnya, kenaikan harga energi ini akan mendorong banyak pihak melakukan hedging. Salah satunya dengan membeli emas yang harganya relatif lebih stabil dan jarang turun.

Berdasarkan data WGC, sampai kuartal III-2007, permintaan emas dunia naik 19 persen menjadi 947,2 ton. Kebutuhan untuk investasi naik 96 persen ke posisi 250,7 ton. Adapun emas untuk konsumsi hanya naik enam persen menjadi 590,7 ton.

Meski menempati posisi teratas di Asia Tenggara, konsumsi emas di Indonesia menurun. Jika di tahun 2006 jumlahnya mencapai 57 ton, sampai akhir 2007 diperkirakan hanya 50 ton.

Bagi calon investor emas, Leo memberi saran agar mereka bersikap wait and see. Harga saat ini dinilai tidak menguntungkan buat investasi. Menurut Leo, investor sebaiknya menunggu harga terkoreksi ke level USD750 per troy once.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya