JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) melakukan likuidasi atas anak usahanya, PT WIKA-NGK Insulators. Likuidasi tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham WIKA-NGK melalui RUPSLB yang dilakukannya pada 5 Februari lalu.
"Berdasarkan hasil keputusan RUPSLB WIKA-NGK pada 5 Februari 2010 adalah dilakukannya likuidasi terhadap WIKA-NGK," kata Sekretaris Perusahaan Natal Argawan Pardede dalam keterbukaan informasi di BEI, Selasa (9/2/2010).
Dia melanjutkan, jika aksi likuidasi tersebut bukanlah merupakan transaksi material maupun transaksi afiliasi dan benturan kepentingan transaksi tertentu.
Sebelumnya, WIKA menuturkan jika pada Maret-April 2010 ini akan ada penunjukkan untuk pengerjaan proyek konstruksi di Timur Tengah yang berasal dari kerja sama dengan Bin Laden Group.
"Ada tender penunjukan pada Maret-April mendatang," kata Dirut WIKA Bintang Perbowo di sela disela acara listing PTPP di gedung BEI, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
Untuk proyek tersebut, dia menyebutkan jika WIKA sudah meminta kepada Bin Laden untuk menjamin proyek tersebut. Adapun pada proyek tersebut, dia menuturkan perseroan akan menggarap beberapa proyek seperti jalan tol serta pembangunan gedung. "Sumber dananya dari kas internal," imbuhya.
Selanjutnya, pihaknya pun sudah menyiapkan dana sebesar Rp1 triliun. WIKA mengungkapkan akan menginvestasikan dana USD1 miliar untuk ekspansi ke Arab Saudi dan Libya.
Untuk dua proyek tersebut, pihaknya membentuk usaha patungan (join venture) dengan Grup Bin Laden (Arab Saudi) dan Bin Amor (Libya). Di mana pada setiap perusahaan joint venture, pihaknya akan memiliki 30-40 persen dari total saham perusahaan tersebut.