JAKARTA - Kalangan perbankan diminta kembali menurunkan suku bunga kreditnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen tahun ini.
”Saat ini bunga yang diterapkan kalangan perbankan masih berkisar antara 12–16 persen. Seharusnya bunga kredit ideal adalah 3-4 persen di atas suku bunga acuan BI (BI Rate),” ungkap Ekonom Standard Chartered Fauzi Ikhsan di Jakarta kemarin.
Sejak awal tahun 2009, BI Rate tercatat sudah turun sebesar 300 basis poin (bps) dari 9,50 persen menjadi 6,50 persen.Namun, bunga kredit hanya turun berkisar 1,2-1,25 persen.Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia periode November 2009,suku bunga rata-rata kredit bank umum untuk modal kerja hanya turun 1,2 persen dari 14,74 persen di Januari 2009 menjadi 13,54 persen di November.
Sementara untuk kredit investasi hanya turun 1,25 persen dari 13,91 persen menjadi 12,66 persen pada periode yang sama.”Padahal, dengan BI Rate di level 6,5 persen maka bunga kredit ideal seharusnya di level 9,5–10,5 persen,”katanya. Namun Fauzi menilai, bunga kredit sulit turun terkait inflasi yang terjadi setiap bulannya.Dengan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan negara tetangga,Fauzi pesimistis bunga kredit akan segera turun. Sementara itu, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sudaryanto Sudargo mengaku gerah dituding hanya memikirkan margin bunga bersih (net interest margin/NIM).
”Kami berjanji akan menurunkan besaran NIM dengan menggunting bunga kredit. Rapat internal kami akhir Januari lalu memutuskan, kami akan turunkan lagi bunga kredit sebesar 25 bps sampai 50 bps,” tegasnya. (Didik Purwanto)
(Candra Setya Santoso)