JAKARTA - Citibank terdepak dalam Top 10 Bank beraset tertinggi selama 2009. Hal itu dikarenakan aset perseroan tergerus kurs.
"Aset kami kebanyakan berdenominasi USD. Apalagi 2009 lalu, rupiah cenderung menguat. Sehingga aset kami melemah," ungkap Head of Corporate Banking Citibank Tigoor M Siahaan selepas acara kerja sama Citibank dan Mitra Adiperkasa, di Harvey Nichols Grand Indonesia Jakarta, Kamis (11/3/2010).
Pada November dan Desember 2009, Citibank terdepak dalam bank beraset terbesar di Indonesia. Posisi itu digantikan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) di posisi 10.
BTN mendepak Citibank pascaproses initial public offering (IPO) perseroan akhir tahun lalu. Dengan listing di bursa, maka asetnya terdongkrak ke level 10, menggeser Citibank. "Tapi kami optimistis akan naik lagi," tambah Tigoor.
Strategi yang dilakukan Citibank adalah fokus ke pertumbuhan bisnis perseroan di luar aset, yaitu laba, pendapatan, fee based income dan lain-lain.
"Aset memang penting, tapi itu tidak mutlak. Daripada mengejar aset, tapi bisnisnya tidak bagus, kenapa harus dilakukan. Justru yang kami inginkan adalah pertumbuhan yang bagus dan memberikan imbal hasil yang baik bagi pemegang saham," pungkasnya.
Menurut catatan Bank Indonesia (BI) tentang peringkat Top 10 Bank dalam aset Per Desember 2009 adalah Bank Mandiri, Bank Central Asia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank CIMB Niaga, Danamon, Panin Bank, Bank Internasional Indonesia, Bank Permata dan BTN.