Bank Sentral Jepang Perangi Deflasi

Wilda Asmarini, Jurnalis
Selasa 16 Maret 2010 17:29 WIB
Foto: Corbis
Share :

TOKYO - Rapat pembahasan kebijakan moneter yang dilakukan Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/ BoJ) mengindikasikan adanya tindakan darurat untuk memacu pemulihan ekonomi. Selama ini yang menjadi penghalang adalah laju deflasi dan lemahnya permintaan.

Banyak kalangan berharap agar BoJ rate tetap di level 0,1 persen, seperti yang telah dilakukan sejak Desember 2008. Hal ini untuk menjaga kucuran kredit sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi.

BoJ yang tengah dihadapkan pada turunya indeks harga konsumen (IHK) selama hampir satu tahun ini, juga mempertimbangkan untuk memperpanjang fasilitas pinjaman jangka pendek bagi perusahaan-perusahaan dan rumah tangga, menjadi enam bulan.

Media Jepang melaporkan, bahwa Bank Sentral akan menyuntikan dana segar hingga 20 triliun yen (setara USD222 miliar) ke pasar finansial setempat.

Sementara itu, yen terus bergerak menguat tajam. Ini menjadi catatan penting dalam prospek ekonomi Jepang. Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama juga telah mendesak langkah-langkah tegas guna membendung kekuatan yen.

Sekadar diketahui, pertemuan pejabat BoJ itu dilakukan setelah pemerintah mendesak bank sentral untuk mengerahkan segala upaya guna meredam deflasi. Risiko deflasi dapat menyebabkan berkurangnya keuntungan perusahaan dan menekan kegiatan ekonomi sebagaimana konsumen menunda pengeluarannya. Pada ujungnya akan pertumbuhan ekonomi akan melambat.

"Saya berharap sidang parlemen pada hari ini akan menemukan cara untuk memerangi deflasi," ungkap Menteri Keuangan Jepang Naoto Kan, seperti dikutip AFP, Selasa (16/3/2010).

Kan mengisyaratkan bahwa ia ingin Jepang dapat menekan deflasi hingga akhir tahun. Caranya, dengan memacu tenggat waktu lebih cepat dari perkiraan BoJ selama dua tahun.

Sekadar diketahui, Jepang terjungkal ke masa resesi pada 2008, sebagai imbas dari penurunan perekonomian global. Namun, ekonominya kembali tumbuh pada kuartal kedua tahun lalu.

(Candra Setya Santoso)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya