Krisis Eropa dan Korea Masih Bayangi Rupiah

Rheza Andhika Pamungkas, Jurnalis
Kamis 27 Mei 2010 07:27 WIB
ilustrasi Foto : Corbis
Share :

JAKARTA - Pengaruh eksternal dari krisis Eropa nampaknya masih akan mempengaruhi pergerakan Rupiah hari ini. Dikutip dari Valbury Securities, para investor berpandangan bahwa berkembangnya krisis kredit di Eropa akan menular ke wilayah lain dan akan menekan langkah pemulihan ekonomi global.

"Rupiah masih akan terjadi konsolidasi karena dalam seminggu ini, investor masih khawatir dan terus memantau pergerakan bursa saham global dan perkembangan krisis Eropa," ujar analis valas BCA, David Sumual saat dihubungi okezone di Jakarta, Kamis (27/5/2010) malam.

Investor gelisah bahwa tindakan penghematan oleh negara-negara Eropa, termasuk Spanyol dan Italia, tidak akan cukup untuk memperbaiki masalah fiskal di Eropa, dan langkah-langkah pemotongan biaya seperti itu dapat menahan pertumbuhan ekonomi global.

"Ditambah lagi, meningkatnya ketegangan antara Korea Selatan (Korsel) dengan Korea Utara (Korut) membuat pergerakan rupiah sulit untuk menguat, Menurutnya, pergerakan Rupiah hari ini akan ada di kisaran Rp9.390-9.400 per USD," tambahnya.

Ketegangan antara Korsel dengan Korut terjadi setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Il memerintahkan untuk mempersiapkan perang dengan Korea Selatan sebagai buntut tudingan Korsel kepada Korut atas tenggelamnya kapal milik Korsel, melalui serangan torpedo dan menewaskan 46 awak kapal. Korsel pun telah menerapkan embargo dagang ke Korut.

Sebelumnya, rupiah kemarin, Rabu (26/5/2010) bergerak kompak dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ditutup menguat dalam ke posisi Rp9.320 per USD dari pembukaan pada pagi hari di kisaran Rp9.390 per USD. Sedangkan pada situs Bank Indonesia, rupiah ditutup melemah ke posisi Rp9.320 per USD.(adn)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya