JAKARTA - Keringnya likuiditas akibat krisis Eropa serta liburnya bursa New York dan London memaksa rupiah untuk melemah.
Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) Selasa (1/6/2010) melemah ke posisi Rp9.210 dari sebelumnya di Rp9.180. Sementara, menurut yahoofinance, rupiah berada pada posisi Rp9.247,5 dengan kisaran perdagangan di Rp9.171-Rp9.260.
Seperti dikutip dari Valbury Securities, likuiditas mengering di bursa saham global tadi malam menyusul liburnya bursa New York dan London. Bursa saham New York tutup
untuk memperingati Memorial Day, sedangkan bursa saham London, termasuk London Metal Exchange, tutup Spring Bank Holiday.
Padahal, euro masih bertahan di atas level 1,23 per USD dan semakin mengokohkan level support-nya di 1,21. Dampak negatif dari penurunan peringkat utang Spanyol tampaknya telah terserap seluruhnya oleh pasar dan kini investor tengah menantikan perkembangan positif lain yang dapat mengangkat sentimen bursa, seperti halnya yang terjadi di Indonesia.
Harga minyak mentah bertahan di atas USD74 per barel menyusul ekspektasi positif atas perekonomian global dan meningkatnya tensi politik di Israel, Korea serta kebocoran sumur minyak BP di Teluk Mexico.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.