JAKARTA - Pengaruh eksternal dari krisis Eropa nampaknya masih akan mempengaruhi pergerakan Rupiah hari ini. Dikutip dari Valbury Securities, para investor berpandangan bahwa berkembangnya krisis kredit di Eropa akan menular ke wilayah lain dan akan menekan langkah pemulihan ekonomi global.
"Rupiah masih akan terjadi konsolidasi karena dalam seminggu ini, investor masih khawatir dan terus memantau pergerakan bursa saham global dan perkembangan krisis Eropa," ujar analis valas BCA, David Sumual saat dihubungi okezone di Jakarta, Kamis (27/5/2010) malam.
Investor gelisah bahwa tindakan penghematan oleh negara-negara Eropa, termasuk Spanyol dan Italia, tidak akan cukup untuk memperbaiki masalah fiskal di Eropa, dan langkah-langkah pemotongan biaya seperti itu dapat menahan pertumbuhan ekonomi global.
"Ditambah lagi, meningkatnya ketegangan antara Korea Selatan (Korsel) dengan Korea Utara (Korut) membuat pergerakan rupiah sulit untuk menguat, Menurutnya, pergerakan Rupiah hari ini akan ada di kisaran Rp9.390-9.400 per USD," tambahnya.
Ketegangan antara Korsel dengan Korut terjadi setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Il memerintahkan untuk mempersiapkan perang dengan Korea Selatan sebagai buntut tudingan Korsel kepada Korut atas tenggelamnya kapal milik Korsel, melalui serangan torpedo dan menewaskan 46 awak kapal. Korsel pun telah menerapkan embargo dagang ke Korut.
Sebelumnya, rupiah kemarin, Rabu (26/5/2010) bergerak kompak dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ditutup menguat dalam ke posisi Rp9.320 per USD dari pembukaan pada pagi hari di kisaran Rp9.390 per USD. Sedangkan pada situs Bank Indonesia, rupiah ditutup melemah ke posisi Rp9.320 per USD.(adn)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.