Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Iringi IHSG, Rupiah Ditutup Rp9.320

Candra Setya Santoso , Jurnalis-Rabu, 26 Mei 2010 |16:59 WIB
Iringi IHSG, Rupiah Ditutup Rp9.320
Foto: Ade/okezone.com
A
A
A

JAKARTA - Rupiah sore ini bergerak kompak dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ditutup menguat dalam. Rupiah tercatat rebound dan menyentuh ke level Rp9.320 per USD.

Rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (26/5/2010) menguat ke posisi Rp9.320 per USD dari perdagangan pagi tadi di kisaran Rp9.390 per USD. Penguatan ini tidak lepas dari komitmen Bank Indonesia (BI) untuk menjaga rupiah dari imbas tekanan krisis Yunani di pasar valuta asing.

Sedangkan pada situs Bank Indonesia, rupiah ditutup melemah ke posisi Rp9.320 per USD. Dikutip dari Valbury Securities, para investor berpandangan bahwa berkembangnya krisis kredit di Eropa akan menular ke wilayah lain dan akan menekan langkah pemulihan ekonomi global.

Sentimen negatif belakangan ini berkembang dari wilayah Korea, menyusul meningkatnya ketegangan antara Korea Selatan da Korea Utara yang banyak mengundang kekhawatiran akan berlangsungnya kembali perang Korea.

Namun melihat tekanan jual yang sudah demikian besar pada aset-aset biresiko dari sentimen-sentimen negatif tersebut, mendorong para investor melakukan aksi beli yang menyebabkan indeks utama di bursa Wall Street rebound dari tekanan tajamnya, dan mengangkat indeks S&P500 ke areal positif dan Dow Jones ke atas areal level psikologis 10.000 pada sesi penutupan New York (NY) Selasa kemarin.

Mata uang euro yang mengalami tekanan terhadap mata uang utama dunia juga berhasil rebound. Euro per yen tertekan hingga ke level terendahnya selama 8,5 tahun di 108.85 sebelum kemudian rebound dan diperdagangkan di 111,78 setelah penutupan NY Selasa.

Sementara euro/USD juga kembali rebound hingga 1,2375 pagi tadi setelah tertekan mendekati areal level terendahnya selama empat tahun, hit day low sekira 1,2176.

Reaksi pasar terhadap takeover (atau bailout) Spanyol pada sebuah bank lokalnya meningkatkan kekhawatiran investor terhadap krisis kredit Eropa, sehingga kembali menekan EUR dan aset-aset beresiko sejak awal minggu ini.

Mata uang ber-yield tinggi lainnya, seperti GBP per USD, juga berhasil rebound hingga 1,4440-an pagi tadi dari tekanannya yang mencapai 1,4262 mendekati areal terendahnya selama 14 bulan di 1,4228/32 yang dicapai minggu lalu.

Sedangkan dolar Australia dan USD juga rebound hingga 0,8289 pagi tadi setelah tertekan hingga 0,8068 Selasa kemarin, yang merupakan level terendahnya sejak Juli 2009.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement