Rupiah Terpatri di Level Rp9.300

Widi Agustian, Jurnalis
Senin 31 Mei 2010 06:57 WIB
Ilustrasi. Foto: Heru Haryono-Okezone.com
Share :

JAKARTA - Potensi pelemahan nilai tukar rupiah tampaknya masih akan berlanjut. Krisis Yunani tampaknya benar-benar membuat investor mengalihkan dana ke dolar Amerika Serikat (USD).

"Krisis Yunani memang mengkhawatirkan, sehingga pemilik dana global mengalihkan dananya dari euro ke USD. Akibatnya, USD menguat terhadap seluruh mata uang, termasuk rupiah. Tren ini masih akan berlanjut," jelas Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono kepada okezone di Jakarta, Senin (31/5/2010).

Sehingga, lanjutnya rupiah pun ke depan akan cenderung tetap lemah. Meski demikian, menurutnya level Rp9.300 per USD termasuk rate yang fair bagi rupiah.

"Jadi, rupiah pun masih akan berada di sekitar Rp9.300-an. Saya proyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp9.300-9.330 per USD," tukasnya.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, rupiah terkoreksi tipis ke level 9.338 per USD atau turun 18 poin. Posisi tersebut tercatat melemah bila dibandingkan dengan pembukaan perdagangan yang berada di posisi Rp9.320 per USD pada kurs tengah Bank Indonesia, Kamis (27/5/2010). Sedangkan menurut yahoofinance.com tercatat di Rp9.140 per USD.

Pelemahan tersebut tidak seiring dan perjalanan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menguat walaupun tipis. Selain itu, sentimen global juga sedikit mendorong pelemahan rupiah.

Sekadar informasi, IHSG pada akhir perdagangan pekan lalu menguat tipis 17,14 poin atau 0,64 persen ke 2.713,92. Indeks LQ45 menguat 3,94 poin ke 525,58 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) ikut menguat 3,5 poin ke 431,07.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya