JAKARTA - Peralihan sistem integrasi yang menyebabkan kacaunya jadwal penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) beberapa hari kemarin membuat BUMN penerbangan ini kehilangan potensi pendapatan lebih dari Rp2,5 miliar.
"Total pembatalan tercatat sebanyak 26 penerbangan sejak hari Minggu sampai Rabu kemarin," kata Direktur IT dan Strategis Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan ditemui di BEI, Jakarta, Jumat (26/11/2010).
Sementara Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan angka itu tidak mencerminkan kerugian tetapi potential loss karena tidak ada keberangkatan. Para penumpangnya lebih banyak memilih untuk menunggu dengan menginap di hotel daripada mendapat refund dua kali lipat seperti yang dijanjikan Garuda.
"Namun tanggungan biaya hotel bagi penumpang yang tertahan penerbangannya lebih dari dua jam lamanya menghabiskan dana Rp250 juta dari 900 penumpang," tandasnya.
Saat ini tim IT dari Garuda bersama pihak akademisi masih melakukan investigasi independen soal sistem integrasinya yang baru yang dinamakan Integrated Operational Control System hasil evaluasi dari investigasi itu nantinya akan dilaporkan ke Kementerian BUMN.