JAKARTA - PT Bank BNI Tbk (BBNI) memilih target pesimis kredit perbankan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) pada kisaran 19-21 persen. Sementara target pertumbuhan kredit optimis perbankan 2011 berada pada level 20-23 persen. Dua target kredit tersebut ditetapkan BI dengan pertimbangkan potensi risiko kenaikan harga komoditas dan potensi tekanan inflasi.
"19-21 persen, kita konservatif. Kita harus prudent, sumber income perbankan kita masih dari loan tapi untuk kita perlu berhati-hati,dengan memperhatikan industri, nasabah berkembang atau tidak. Kita menggunakan modal kerja, untuk pembiayaan jangka panjang akan menggunakan modal kerja itu di pasar modal," kata Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dia menambahkan untuk pertumbuhan kredit kedepan BNI akan mengalokasikan hasil right issue ke pertumbuhan non organik. "80 persen hasil penggalangan dana akan disalurkan dalam bentuk kredit. Sisanya untuk infrastruktur dan penambahan modal anak usaha," ujarnya.
Sementara itu, sisa 15 persen akan digunakan untuk membangun infrastruktur dan lima persen untuk penambahan modal anak perusahaan. Dengan demikian dapat dipastikan empat anak usaha BNI yaitu BNI Securities, BNI Life, BNI Mulitifinace dan BNI syariah akan mendapat tambahan modal pada tahun ini.
"Untuk proporsinya lebih besar mana akan kita lihat kedepannya, sebelumnya BNI Syariah sudah mendapatkan Rp1 triliun, kita lihat saja nantinya," imbuhnya.(adn)
(Rani Hardjanti)