Asuransi ASEI Bidik Premi Rp1 Triliun

Erichson Sihotang , Jurnalis
Selasa 22 Februari 2011 18:33 WIB
ilustrasi Foto: Heru Haryono/okezone
Share :

JAKARTA  - PT Asuransi Ekspor Indonesia (persero) menargetkan pertumbuhan premi Rp1 triliun pada 2011, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp800 miliar. Pertumbuhan tersebut terutama akan didorong pertumbuhan Divisi Asuransi Umum (AU) dan Asuransi Kredit yang menjadi penopang utama bisnis perseroan di 2010.

Direktur Utama ASEI Zaafril Razief Amir mengatakan pendapatan premi perseroan selama ini masih didominasi bisnis asuransi umum sebesar 60 persen, disusul asuransi kredit sebesar 20 persen, asuransi ekspor 13 persen dan surety ship (penjaminan) sebesar tujuh persen.

"Premi 2011 kami targetkan mencapai Rp1 triliun, mudah-mudahan dengan berbagai kerjasama, termasuk yang terbaru dengan Sinarmas Group ini akan mendongkrak pendapatan premi kami," ujarnya usai penandatanganan kerja sama ASEI dengan Sinar Mas Group di Jakarta, Selasa (22/2/2011).

Menurut dia, ASEI akan terus mengembangkan asuransi umum sebagai penyumbang premi terbesar, serta bisnis asuransi kredit dan penjaminan, mengingat aktivitasnya untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dalam upaya menggerakkan sektor riil. 

Di tempat yang sama, Senior Manager General Insurance Division Galung Priyo Santoso membenarkan pendapatan premi terbesar pada 2010 berasal dari divisi yang dipegangnya. Divisi Asuransi Umum ini menyumbang hingga 70 persen total premi perseroan dengan nilai hingga Rp406 miliar.

"Tahun lalu kami menyumbang sekira Rp406 miliar dari total premi, ya sekira 60-70 persen. Untuk premi asuransi umum target kami itu grossnya mencapai Rp600 miliar untuk 2011,” ujarnya

Dia menambahkan selain pendapatan premi, Divisi Asuransi Umum juga menyumbangkan hasil underwriting sekitar Rp18,6 miliar dari total 2010 sebesar Rp48 miliar, sementara sisanya berasal dari hasil underwriting dari Divisi AK. Pada 2011 divisi AU menargetkan hasil underwriting sebesar Rp29 miliar

"Kalau premi, Asuransi Umum kontribusinya besar sekali, tetapi untuk hasil underwriting­-nya tidak terlalu besar. Kalau AU lima persen dari premi bruto sementara AK 67 persen dari premi bruto. Jadi bisa dikatakan kalau AU penyumbang premi terbesar, kalau AK penyumbang hasil underwriting," imbuhnya.(adn)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya