Jagung Lokal Lebih Dipilih Jadi Pakan Ternak

Yuni Astutik, Jurnalis
Selasa 28 Juni 2011 12:37 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Asosiasi Produsen Pakan Ternak dan Akuakultur di Indonesia yang bersifat Nirlaba (GPMT) menyatakan jika perusahaan pakan ternak lebih menyukai jagung lokal daripada impor, salah satu alasannya karena jagung lokal lebih segar.

"Jagung lokal lebih segar, selain itu harganya untuk petani dan perekonomian dalam negeri," ungkap Sekretaris Eksekutif GPMT Askam seperti yang tertuang dalam modulnya untuk "Roundtable Beras, Jagung dan Kedelai" di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (28/6/2011).

Sementara itu dirinya menuturkan bahwa jagung impor harganya tentu lebih mahal dibanding dengan jagung lokal dan butuh waktu yang lama untuk pengirimannya.

"Kalau jagung impor devisa banyak keluar, harga tidak lebih murah, ongkos transport dan bunga bank, dan butuh waktu," terangnya.

Menurut Askam, jagung impor yang saat ini banyak beredar berasal dari Amerika Serikat, Brasil, Argentina, India, Thailand dan Myanmar. Diantara negara pengimpor jagung tersebut, jagung dari India dan Myanmar dianggap yang paling tidak segar.

"Lagipula, pembelian impor mengeluarkan devisa, sedangkan pembelian lokal akan mendorong peningkatan serta pendapatan atau daya beli lokal," imbuhnya.

Namun, dalam peredarannya, jagung lokal tersebut mempunyai beberapa kendala. Diantaranya adalah sistem informasi produksi dan pasar belum terbentuk dengan baik.

"Produksi jagung dibeberapa daerah sentra turun drastis hal tersebut diakibatkan oleh gagal panen karena cuaca da hama, konversi komoditas atau fungsi lahan," tuturnya.

Terakhir, produksi di daerah yang belum optimal juga salah satu penyebab yang ditengarai menjadi kendala peredaran jagung tersebut. (nia)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya