LOMBOK - PT Pertamina (Persero) menargetkan program konversi minyak tanah ke elpiji di lima wilayah yang belum sama sekali tersentuh.
"Wilayah ini belum sama sekali tersentuh dan menunggu penugasan dari pemerintah. Harusnya tahun ini juga," ucap kata Koordinator Sub sosialisasi Tim Konversi Minyak Tanah ke Elpiji PT Pertamina (Persero), Hermansyah YN disela sosialisasi elpiji 3 Kg kepada okezone, di Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Kamis (30/6/2011).
Adapun wilayah-wilayah tersebut, dipaparkannya, yakni Sumatera Barat (Sumbar), Bangka Belitung (Babel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Sulawesi Utara (Sultra). Saat ini, untuk Indonesia bagian Timur juga masih belum ada informasi apakan akan dikonversi atau tidak. Namun demikian, apabila ditugaskan oleh pemerintah, Pertamina mengaku sudah siap.
"Untuk daerah-daerah tersebut rencananya akan dikonversi tahun ini, tetapi tetap nunggu penugasan pemerintah," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, untuk tahap pertama 2011, sosialisasi dan edukasi ini dilaksanakan di 11 provinsi yakni Nanggroe Aceh Darusalam, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, NTB, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Ditambahkannya, wilayah NTB merupakan salah satu lokasi yang menjadi sasaran sosialisasi yakni kecamatan Masbagik, kabupaten Lombok Timur yang menjadi salah satu lokasi distribusi paket perdana konversi minyak tanah ke elpiji. "Distribusi paket perdana di wilayah NTB dibagi menjadi dua yakni untuk pulau Lombok dan pulau Sumbawa," ujarnya singkat.
Menurutnya, untuk wilayah pulau Lombok, tahap pertama telah terdistribusi sebanyak 365.421 paket dari rencana 557.495 paket. Saat ini pun sedang proses penyelesaian untuk tahap selanjutnya. Sementara untuk pulau Sumbawa, dengan target distribusi sejumlah 255.748 paket.
"Pertamina masih menunggu penugasan dari pemerintah. Secara nasional, distribusi paket perdana konversi telah mencapai 52.037.811 paket," bebernya.
(Widi Agustian)