JAKARTA - PT Pertamina (Persero) tidak ambil para pesaingnya yang telah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidinya. Pasalnya, hingga saat ini Pertamina belum juga melakukan perubahan harga terhadap BBM non subsidinya.
VP Corporate Communication Pertamina M. Harun menyatakan bahwa meskipun harga BBM non subsidi Pertamina masih lebih tinggi dari pesaing namun dirinya meyakini tidak akan menggerus market BBM non subsidi Pertamina. "Kita enggak khawatir. Kan kita punya market sendiri," ujar Harun kala berbincang dengan okezone, di Jakarta, Senin (4/7/2011).
Harun pun mengklaim bahwa kualitas BBM non subsidi Pertamina lebih baik dibanding pesaing sehingga tidak perlu terlalu terburu-buru melepas stok ke pasaran dengan cara menurunkan harga. "Dari sisi kualitas enggak bisa disamain. Karakter BBM kita itu tahan kelembaban udara, sedangkan mereka hidroskopis. Jadi karena stoknya banyak sengaja dilepas dengan cara diturunkan harganya," tutur Harun.
Lebih lanjut dia menuturkan bahwa Pertamina tidak lagi menjadwalkan untuk mengumumkan harga BBM non subsidinya. Jadi harga bisa saja tetap bertahan atau berubah sewaktu-waktu. "Kalau tidak ada pengumuman berati tetap. Tapi bisa saja berubah sewaktu-waktu," tandasnya.
Sebelumnya, Shell Indonesia kembali menurunkan harga jual bensinnya jenis Super R92 sekelas pertamax di Jakarta mulai 1 Juli lalu turun Rp250 menjadi Rp8.050 per liter. Sementara itu, hingga hari ini harga Pertamax di Jakarta masih dibandrol Rp8.300 per liternya
(Andina Meryani)